Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berbaik sangka


Suatu hal yang wajib bagi kita tau semua yaitu Huznudhon (berbaik sangka) kepada Allah Azza wa jalla bahwa yang namanya pertolongan dan jalan keluar itu pasti dekat adanya, bahwa kesulitan itu selalu di iringi bersama kemudahan.

Demikian juga berbaik sangka kepada orang lain yang punya masalah denganmu atau dengan orang merupakan sumber masalah tersebut, karena ada kemungkinan yang terjadi, mungkin dirinya mempunyai pandangan yang berbeda denganmu, atau dirinya paham tapi salah dalam memahaminya, atau bisa juga, sampai perkara padanya namun tidak sesuai dengan kenyataanya, karena tidak benar.

Oleh karena itu berbaik sangka kepada sesama muslim akan menjadikan hati menjadi tenang, dan biasanya akan mudah memberi udzur (kepada orang tersebut) yang pada akhirnya menjadikan musibah itu terasa ringan, bisa membantu untuk memecahkan masalah tersebut dan menjadikan cara berpikir kita bersih dari hal-hal yang tidak di bolehkan. Sebagian problem terkadang muncul di sebabkan oleh berburuk sangka (pada orang lain), yang di bangun di atas ketidakpahaman atau persangkaan yang tidak jelas atau juga cara pandang yang cekak.

Dikisahkan bahwa ada seseorang yang mempunyai masalah dengan orang lain, marahnya telah memuncak, darahnya mendidih menahan marahnya yang meluap-luap, sampai dia mengancam anak-anak serta istri orang yang bermasalah tersebut, sedangkan orang yang bermasalah dengannya tersebut sedang dalam perjalanan keluar kota, namun sebelum pergi dia mengirim surat yang isinya meminta maaf dan meminta supaya di lupakan masalahnya serta merelakan haknya untuknya, namun pembawa surat ini yang menjadi titik permasalahanya karena telat menyampaikan surat tersebut sehingga menjadi sebab pertengkaran tersebut.

Lihat kejadian di atas, orang tersebut telah menghina saudaranya dengan kata-kata yang tidak terpuji, mengangkat suara padanya, mengeluarkan semua keburukanya, sekarang apakah kamu bisa bayangkan kalau persaudaraanya akan kembali seperti sedia kala sebelum kejadian tersebut?

Kemudian lihatlah pada kejadian yang lain dalam kisah berikut ini, ketika Hafsoh binti Umar semoga Allah meridhoi keduanya di tawarkan oleh bapaknya supaya di nikahi kepada Abu Bakar, maka Abu Bakar diam tidak menjawab apa-apa, kemudian dia menawarkan kepada Utsman, namun dia mengatakan: "Pada saat sekarang saya lagi tidak punya keinginan untuk menikah", maka Umar merasa sangat sedih, kemudian dirinya mengadu kepada Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam.

Nabi Shalallahuu 'alaihi wa sallam lalu mengatakan kepadanya: "Hafsoh akan di nikahi oleh orang yang lebih baik dari Utsman, dan Utsman akan menikahi wanita yang lebih baik dari pada Hafsoh". Kemudian Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam meminang Hafsoh, lalu Umar pun menikahkan Hafsoh dengan Rasulallah Shalallahu 'alaihi wa sallam, kemudian Utsman di nikahkan oleh Rasulallah dengan anaknya Ruqoyah setelah Utsman di tinggal mati oleh istri yang merupakan saudaranya Ruqoyah.

Ketika Umar sudah menikahkan anaknya, dirinya bertemu dengan Abu Bakar, maka beliau meminta maaf sambil mengatakan: "Saya tidak mempunyai niat apa-apa, kecuali saya pernah mendengar Rasulallah Shalallahu 'alahi wa sallam menyebut-nyebut nama Hafsoh maka saya tidak ingin membuka rahasianya beliau, kalau sekiranya Rasulallah tidak jadi menikahinya tentu saya akan menikahi anakmu".
__________

Huznudzon adalah berbaik sangka secara istilah. Namun huznudzon ini juga dapat diartikan ke dalam bahasa yakni berpikir atau menduga sesuatu yang baik kepada sesama umat manusia dan juga Allah SWT. Sebagai umat Islam yang baik, berbaik sangka memang sangat dianjurkan.

Hal tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang berkata

"Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku terhadap-Ku, Aku akan bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku,".

Maka, berbaik sangka kepada sesama umat manusia sangat dianjurkan dalam Islam. Dengan berbaik sangka, maka Anda akan mendapatkan manfaat hingga hikmah dari Allah SWT.

Posting Komentar untuk "Berbaik sangka"