Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Diam


Diam dan menyembunyikan problem yang sedang di alaminya

Termasuk dari wejangan Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam kepada umatnya dalam masalah ini yaitu menyembunyikan musibah yang sedang di alaminya, hal itu sebagaimana yang tercantum dalam sebuah hadits, di mana Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:


"Termasuk kebaikan adalah menyembunyikan musibah (yang menimpanya), penyakit dan shodaqoh".

Oleh sebab itu jika musibah yang sedang menimpa mungkin bisa disembunyikan, maka menyembunyikannya adalah termasuk bentuk dari nikmat Allah Azza wa jalla yang lurus. Yang merupakan bagian dari rahasia dari rahasia-rahasia keridhoan pada Allah Ta'ala, yaitu dengan tidak selalu berkeluh kesah dan gelisah. Lihatlah kisah-kisah para ulama salaf karena sesungguhnya dalam kisah tersebut ada pelajaran bagi kita.

Berkata al-Ahnaf salah seorang ulama salaf: "Sungguh telah hilang penglihatanku semenjak empat puluh tahun yang lalu, dan saya tidak pernah mengasih tahu kepada seorang pun".

Ketika ada air yang tidak mau keluar dari salah satu mata Atha', tidak ada seorang pun keluarganya yang tahu hal itu selama dua puluh tahun lamanya.

Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:


"Termasuk dari bagian memuliakan Allah Ta'ala dan mengetahui hakNya adalah tidak mengeluh pada setiap penyakit yang (menimpamu) dan tidak menyebut-nyebut musibahmu".

Yang perlu digaris bawahi di sini yaitu biasanya kalau seseorang itu telah hilang masalah darinya, pertama kali yang muncul dalam pikiranya adalah rasa sesal telah terlanjur mengasih tahu masalahnya kepada fulan atau kepada fulanah. Jika perkaranya demikian maka seorang hendaknya tidak menampakan masalahnya dan menyembunyikanya, dan termasuk menyebarkan masalah yang paling buruk adalah dalam masalah keluarga, maka terkadang di dapati seorang istri jika mempunyai masalah dengan suaminya, dirinya langsung mengadu kepada orang tuanya, sambil mencela suaminya dengan perkara-perkara yang tidak masuk pada inti masalah sebenarnya, dengan mengungkit-ngungkit kejelekanya yang lama maupun yang baru, sampai keluarga dan saudara-saudaranya jadi membencinya, sehingga pada saat itu menjadikan tali yang menghubungkan mereka menjadi terputus, terbesit rasa ingin lari darinya sampai kalaupun permasalahannya sudah reda dan dapat teratasi akan tetap tersisa kata-kata dan aduan yang telah di ucapkan oleh lisan yang membekas dalam hati mereka, yang menimbulkan rasa was-was tentang masa depan hubungan wanita tersebut dengan suaminya.

Posting Komentar untuk "Diam"